23.6.10

Sepenggal Kenangan Bersama Timen

Tadi pagi aku ketemu TIMEN! Vespa keramat milik suamiku itu masih tetap sama seperti terakhir kali aku melihatnya. Tetap hitam, stiker Punisher dan logo Spultura pun masih bertengger disana. Sebuah tirai memori seakan tergerai dihadapanku. Mengingatkanku akan semua kenangan kami bersama (bertiga sih... sama suamiku :D)

Vespa yang kami beri nama TIMEN ini merupakan salah satu saksi hubunganku dengan suamiku. Sejak awal kami pacaran, Timen selalu menemani kami. Antar jemput aku sekolah, liburan, konvoi, semua berjalan selama bertahun-tahun.

Salah satu kenangan kami adalah saat kami 'terjun bebas' di Sukorejo. Waktu itu Timen melaju dengan kencangnya menembus angin dari arah Malang. Aku ingat, saat itu hari sudah siang beranjak sore sehingga arus jalan raya tak begitu ramai. Jadi Timen bisa melenggang dengan asyiknya dihamparan aspal. Bahkan Timen tak mengurangi kecepatan saat melalui perbaikan aspal didepan Pom Bensin Sukorejo. Siapa sangka, itu mungkin sumber penyebab utama kejadian berikutnya. Beberapa menit kemudian, Timen tiba-tiba oleng. Aku langsung mempererat peganganku sambil membatin "wah! Ban mau lepas nih kayaknya!..." Suamiku pun berusaha keras tetap mempertahankan keseimbangan Timen sambil mengurangi kecepatan sedikit demi sedikit. Dan setelah sampai di tepi jalan, tepat diatas ribuan kerikil kecil, kami pun terjatuh dengan indahnya. Brukkk!!!

Acara jatuh itu berlangsung cepat dan tidak begitu keras. Tapi keberadaan kerikil yang tak diinginkan disana cukup membuat celana suamiku sobek dan meninggalkan luka menganga dilututnya. Dan aku?... Aku yang jatuh diatas suamiku hanya mendapat bilur membiru di beberapa bagian tubuh. Setelah sanggup berdiri, kami baru sadar ternyata ban Timen bocor dan udaranya habis tak tersisa. Untunglah, tepat di seberang jalan ada Tukang Tambal Ban, jadi kami langsung kesana. Setelah diberi minum, duduk, dan mengambil nafas panjang beberapa kali kami pun tertawa terbahak2 karena menyadari tidak ada satupun orang yang menolong kami. Kami hanya menjadi tontonan disana. Mungkin dibena orang-orang itu berpikir "nih anak ngapain ya jatuh2 sendiri?" hahahaha...

Itu hanya salah satu dari jutaan kenangan kami bersama Timen. Sayangnya, sekarang kami hanya bisa mengenangnya karena vespa keramat ini sudah dijual suamiku 2 tahun yang lalu. Sedih juga, karena aku pengen Timen bisa kami museumkan sendiri. Tapi karena suatu hal, kami harus rela melepasnya.. Yah, sekarang kami sudah punya Timen baru dan jika bertemu Timen lama kami seperti tadi pagi, kami masih bisa melambai, "Hai TIMEN!!! KAMU Baik-baik saja kan disana???!!" :D

0 komentar:

Posting Komentar