21.10.10

My Happiness is not Anyone's Problem

Aku bahagia...
Saat aku tahu kamu ada

Aku bahagia...
Menunggu kapan hadirmu tiba

Aku bahagia...
Karena aku menjadi wanita yang nyaris sempurna

Aku bahagia...
Sehingga tak tahu harus berkata apa...

Tapi...
Aku tidak jadi bahagia...
Ketika mereka kecewa

Aku tidak jadi bahagia...
Karena mereka tidak mengharapkan kita

Mengapa?
Apakah bahagiaku adalah masalah mereka?

Antara bahagia dan tidak... aku harus memilih yang mana???

1.10.10

The Distance From Us

I wondered if every road was connected to every other road. I wondered if I touched it, if maybe somewhere, you would know...  

Ternyata butuh lebih dari 4 tahun, pintu itu akhirnya terbuka. Lega? Pastinya... Tapi bukan berarti aku bahagia. Aku bahagia karena lega, tapi aku bukan lega karena bahagia. Ini 2 hal yang berbeda, dengan makna yang berbeda pula.

Kalimat "Menunggu itu membosankan, tapi terkadang kita memang harus menunggu... ternyata" yang ada dalam salah satu novel Mohammar Emka itu memang ada benarnya. Bahkan, seringkali apa yang kita tunggu datang disaat kita sudah bosan untuk menunggu lagi. Harapan kita terkabul saat kita sudah lelah untuk berharap. Keinginan serta keegoisan kita tercapai saat kita sudah ikhlas merelakannya.

Selama ini aku tak pernah berhenti berharap... bahwa pintu itu suatu saat akan terbuka. Aku selalu meyakinkan diriku sendiri bahwa aku masih melihat sejumput cahaya kecil diujung sana. Tapi apa yang terjadi? Nothing to find... Tak ada sama sekali. Hingga keyakinan itu berangsur pudar. Dan sekarang, saat aku sudah lupa... ikhlas... rela... dan apapun itu namanya, cahaya itu benar2 ada. Terkejut memang, tapi bukan berarti aku kembali berharap.

Perasaan itu memang tidak pernah ada... Tapi seperti kalimat yang aku kutip diatas... Setiap jalan pasti berhubungan dengan jalan yang lain. Tanpa kusadari aku yakin, apapun yang aku lakukan dan harapkan disini, kamu pasti bisa merasakannya disuatu tempat diluar sana. Dan itu memang yang terjadi...