21.7.10

Puisi Kematian by Jalaludin Rumi

Aku mati sebagai mineral
dan menjelma sebagai tumbuhan,
aku mati sebagai tumbuhan
dan lahir kembali sebagai binatang.
Aku mati sebagai binatang dan kini manusia.
Kenapa aku harus takut?
Maut tidak pernah mengurangi sesuatu dari diriku.
Sekali lagi,
aku masih harus mati sebagai manusia,
dan lahir di alam para malaikat.
Bahkan setelah menjelma sebagai malaikat,
aku masih harus mati lagi;
Karena, kecuali Tuhan,
tidak ada sesuatu yang kekal abadi.
Setelah kelahiranku sebagai malaikat,
aku masih akan menjelma lagi
dalam bentuk yang tak kupahami.
Ah, biarkan diriku lenyap,
memasuki kekosongan, kasunyataan
Karena hanya dalam kasunyataan itu
terdengar nyanyian mulia;
"KepadaNya, kita semua akan kembali" 

To:  Sahabatku, Alivia... Allahummaghfirlaha warhamha wa'fuanha...
Sakitmu telah sembuh sekarang. Allah lebih mencintaimu sehingga mengambilmu lebih dulu. Beristirahatlah dengan tenang... Kamu tak sendiri, para malaikat akan menemanimu disana dengan canda tawanya, menghangatkanmu dengan pelukannya...
Selamat jalan sobat... Semoga amal ibadahmu diterima disisiNya.

3 komentar:

Yohan Wibisono mengatakan...

Salam Kenal dariku, nice artikel :D Sekalian mau bilang Met Puasa bagi yang puasa. Met sejahtera bagi yang gak njalanin. Semoga selamat & damai dimuka Bumi. Amin :D

Andrea Kugy mengatakan...

salam kenal juga... thanks kunjungannya :D

Romy Gunawan mengatakan...

sungguh terharu..... membuat saya terkenang kepergian ayahanda 9 agustus 2010. terutama catatan utk sahabat anda (mewakili perasaan saya) ALLAH BLESS YOU.....

Posting Komentar