19.6.10

Komplikasi, Apa Obatnya?

Sudah genap 5 hari ini aku sakit. Berarti sudah 5 hari aku terkapar dan tidak melakukan kegiatan masak memasak. Sebenarnya kasihan juga ngeliat suamiku yang tiap hari ikhlas aku beri makan mi goreng atau tempe penyet saja... Tapi apa daya tubuh ini tak kuat. Berdiri sebentar sudah bikin aku pusing dan mual-mual.

Anehnya, aku nggak tahu aku ini sedang sakit apa. Diawali pada hari Rabu pagi, aku bangun dengan rasa sakit yang menusuk-nusuk kepala bagian kiriku. Istilah ngetrend-nya Migran. Saking sakitnya aku sampai menangis dalam tidur. Tapi itu tak berlangsung lama, karena setelah meminum obat dan tertidur selama 1 jam, aku bangun dengan kondisi sehat.

Lalu pada hari Kamis sore, tubuhku tiba-tiba terserang demam tinggi. Badan panas, plus bonus gratis kepala pusing, sudah cukup buat aku terkapar tak berdaya semalaman penuh. Paginya? Aku kembali sehat...

Tapi ini belum selesai, sejak itu aku merasa tubuhku lebih lemas. Aku tidak bisa melakukan sesuatu dalam jangka waktu yang lama. Jangankan mencuci baju atau memasak, berdiri saja aku sudah ngos-ngos-an. Dan itu masih berlangsung sampai sekarang, ditambah aku merasa tenggorokanku juga mulai terserang radang. (Alhamdulillah, satu-satunya kegiatan yang tidak terganggu adalah Online :D).

Otomatis, aku yang memang tidak tahan rasa sakit, harus mengkonsumsi obat-obatan agar mengurangi rasa sakit tersebut. Padahal aku tahu itu nggak bagus untuk kesehatan. Apalagi, penyakitku yang berubah-ubah ini mengharuskan aku untuk mengkonsumsi berbagai macam obat. Obat migran, obat flu, obat antiseptik... Dan aku berencana membeli obat khusus untuk masalah kewanitaan (pektay).

Tapi sejak kemarin aku sudah tidak meminum obat apapun. Jadi ceritanya pasrah gitu... Tapi tadi pagi suamiku menawarkan diri mengajakku ke doter. Dokter? Nggak adakah alternatif lain? Aku sudah 2 kali punya pengalaman nggak enak sama dokter. 2 kali aku mendengar vonis buruk, dan aku takut itu terulang lagi.

Sebenarnya aku ini sakit apa sih?

0 komentar:

Posting Komentar