27.6.10

Permintaan Pertama dan Terakhir

Terdiam menunggu...
Menghitung jarum jam yang selamanya bergerak dengan tempo yang sama
Meremas jemari
Menggigit bibir
Menyibak rambut yang tergerai di bahu

Dan ketika mereka datang
Ia berusaha tersenyum...
Menutupi kegelisahan yang memporakporandakan jantungnya
Sebentar bicara A... Lalu beralih ke B... 
Pembicaraan itu mulai terasa basi

Akhirnya sampailah mereka pada Z...
Ia menahan nafas
Tak bisa menebak apa jawaban mereka
Tak tahu bagaimana akhir dari pertanyaannya selama ini

Mereka pun menjawab dengan lantang
"TIDAK..."
"TIDAK..."
"TIDAK!"
3 kata tidak sudah cukup meruntuhkan bendungan asanya
Jadi begitu?... Tapi mengapa?... Karena ini?...
Apakah ia kurang banyak mengemis?
Apakah tampangnya kurang memelas?
Apakah ia tidak tampak seperti orang yang butuh pertolongan?
Apakah semua?...

Gontai ia berjalan pulang...
Dan menangis semalaman...

NB: Hidup memang jauh lebih kejam dari sandiwara. Darah adalah darah, dan tangis adalah tangis. Tak ada pemeran pengganti yang akan menanggung rasa sakitmu...

3 komentar:

achen mengatakan...

sekecil apapun kejahatan ataupun kebaikan pasti akan ada balasannya ya...

buwel mengatakan...

kalo menanam tentu memetik... duh

ernidw mengatakan...

inikah yang kau ceritakan kemarin ?

Posting Komentar